PERMINTAAN, PENAWARAN, KESEIMBANGAN DAN ELASTISITAS
MAKALAH
ILMU EKONOMI MIKRO ISLAM
TENTANG
PERMINTAAN, PENAWARAN,
KESIMBANGAN, DAN ELATISITAS
OLEH
RISKA OKTA VADILA
1730403084
DOSEN PENGAMPU:
DR. H. SYUKRI ISKA, M.Ag
IFELDA NENGSIH, SEI., MA
JURUSAN
AKUNTANSI SYARIAH
FAKULTAS
EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM
NEGERI
BATUSANGKAR
2018 M / 1439 H
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Teori ekonomi mikro merupakan analisis
bekerjanya mekanisme pasar, pasar adalah tempat (bukan secara fisik) bertemuna
atau interaksi antara permintaan dan penawaran. Pada pihak konsumen, akan
terjadi permintaan berserta faktor-faktor yang mempengaruhi dan pada pihak
produsen terjadilah penawaran beserta faktor-faktor yang mendoron terjadinya
penawaran.
Teori mikro ekonomi selalu didefinisikan
oleh ahli-ahli ekonomi sebagai suatu bidang studi dalam ilmu ekonomi yang
menerangkan tentang kegiatan dalam bagian-bagian kecil dari keseluruan
perekonomian, salah satunya adalah teori permintaan dan teori penawaran.
Terdapat permintaan belum merupakan syarat yang cukup untuk meyujudkan
transaksi dalam pasar. Permintaan yang wujudnyahanya dapat dipenuhi apabila
para penjual dapat menyediakan barang-barang yang diperlukan tersebut.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa itu
teori permintaan dan penawaran beserta kurvanya ?
2.
Bagaimana perubahan keseimbangan ?
3.
Bagaimana elastisitas permintaan dan penawaran ?
C.
Tujuan
1.
Untuk mengetahui teori permintaan dan penawaran beserta kurvanya.
2.
Untuk mengetahui
perubahan keseimbangan.
3.
Untuk mengetahui elastisitas permintaan dan penawaran.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Teori Permintaan dan Penawaran beserta Kurvanya
1. Teori Permintaan
Permintaan (demand) adalah
keinginan konsumen membeli suatu barang pada berbagai tingkat harga selama
periode waktu tetentu. Permintaan terbagi atas dua macam yaitu:
a. Permintaan individu
Adalah pemintaan sejumlah barang oleh konsumen pada
berbagai tingkat harga barang.
b. Pemintaan pasar
Adalah penjumlahan permintaan-permintaan individu,
dengan kata lain, kumpulan dari permintaan-permintaan individual membentuk
permintaan pasar. (Masyhuri, 2007, h. 76).
Secara sederhana, dalam demand pendekatan ekonomi menunjukan
tingkat permintaan akan suatu produk atau jasa dari konsumen, sedangkan suplay menunjukkan
jumlah produk atau jasa yang ditawarkan oleh produsen atau penjual.
Faktor yang mempengaruhi permintaaan adalah:
a. Harga barang
dan harga barang lain (barang pengganti).
Jika harga
suatu barang semakin murah, maka permintaan terhadap barang
itu bertambah. Harga barang lain, berpengaruh apabila terdapat dua barang
yang saling terkait yang keterkaitannya dapat bersifat subtitusi (pengganti)
dan bersifat komplemen (penggenap).
b. Pendapatan.
Tingkat
pendapatan perkapita ini dapat mencerminkan daya beli. Makin
tinggi tingkat pendapatan, daya beli akan semakin kuat, sehingga permintaan
terhadap suatu barang akan meningkat.
c. Promosi.
d. Selera.
e. Perkiraan
harga dimasa mendatang.
Hukum permintaan adalah, apabila barang naik, maka jumlah yang
diminta akan turun,
sebaliknya, jika harga turun, jumlah barang yang diminta naik. (Sumar’in,
2013, h. 105).
Gambar dari kurva permintaan adalah:
Teori
permintaan dapat dinyatakan dengan perbandingan lurus antara permintaan
terhadap harganya yaitu apabila
permintaan naik, maka harga relatif akan
naik, sebaliknya bila permintaan turun, maka harga relatif juga
menurun.
2. Teori Penawaran
Penawaran
adalah akumulasi barang dan jasa yang ada di pasar yang pergerakannya
dipengaruhi oleh harga. Secara eksplisit penawaran diartikan dengan banyaknya
barang yang ditawarkan oleh produsen/penjual pada tingkat harga tertentu. Jadi
penawaran dapat didefenisikan yaitu banyaknya barang yang ditawarkan oleh
penjual pada suatu pasar tertentu, pada periode tertentu, dan pada tingkat
harga tertentu.
(Gampito, 2014, h. 68).
Selain itu, Penawaran
adalah jumlah barang yang produsen ingin tawarkan (jual) pada berbagai
tingkat harga selama periode teretentu. Penawaran akan berkolerasi positif
terhadap harga (P). Ini berarti semakin tinggi suatu harga prodek, semakin memberikan insentif kepada produsen untuk meningkatkan produksinya dan kemudian menawarkannya kepada konsumen
yang membutuhkan. Sebaliknya, semakin rendah suatu harga pdoduk semakin
berkurang insentif bagi produsen untuk memoroduksi dan menawarkannya. Hal ini
disebabkan karena makin rendah suatu harga, makin kecil suatu keuntungan atau
malah timbul kerugian.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran:
a. Biaya masukan (inputs) yang dibutuhkan untuk produksi
b. Harga barang lain
c. Teknologi yang digunakan
d. Dugaan para penjual terhadap harga barang lain
e. Tujuan para penjual. (Sumar’in, 2013, h. 117).
Hukum
antara jumlah penawaran barang atau jasa dengan harga barang atau jasa itu
sendiri dinyatakan dalam hukum penawaran, yang berbunyi: “perbandingan
lurus
antara
harga terhadap jumlah barang yang ditawarkan, yaitu jika harga naik, maka
penawaran penawaran akan meningkat, sebaliknya jika harga turun, maka penawaran
akan turun”.
Berdasarkan
hukum diatas dapat dipahami bahwa penawaran produsen/penjual di pasar
dipengaruhi oleh harga. Kenaikan harga akan meningkatkan penawaran, dan
sebaliknya penurunan harga akan menurunkan penawaran. Hubungan antara jumlah
barang yang ditawarkan dengan harga barang adalah hubungan searah, jika harga
barang tinggi maka akan lebih banyak orang yang melihat potensi mendapatkan
keuntungan dengan menjual barang yang diproduksi atau dimilikinya, sehingga
jumlah penawaran barang tersebut menjadi tinggi. Sebaliknya apabila harga
barang turun maka jumlah penawaranpun turun, artinya lebih sedikit orang yang
dapat memperoleh keuntungan dari harga yang rendah, hal ini berakibat pada
berkurangnya jumlah penawaran dipasar. Dengan demikian akan dapat diketahui
seberapa besar pengaruh perubahan harga terhadap perubahan penawaran
produsen/penjual.
(Gampito, 2014, h. 69-70).
Gambar kurva penawaran:
B.
Perubahan Keseimbangan
Keseimbangan atau ekuiibrium adalah kondisi di mana
jumlah permintaan sama dengan jumlah penawaran. Jumlah barang pada keadan itu
disebut kuantitas keseimbangan. Tingkat harga yang membentuk keadaan
keseimbangan tersebut, disebut harga keseimbangan. Secara grafis, harga dan
kuatitas keseimbanagan di cerminka dengan pertemuan antara kurva permintaan dan
penawaran. (Suprayitno, 2008, h. 96).
Perubahan keseimbangan pasar terjadi bila ada perubahan
di sisi permintaan atau penawaran. Jika faktor yang menyebabkan perubahan
adalah harga, keseimbangan akan kembali ke titik awal. Tetapi jika yang berubah
adalah faktor-faktor ceteris paribus seperti teknologi untuk sisi penawaran,
atau pendapatan untuk sisi permintaan, keseimbangan tidak kembali ke titik
awal.
Gambar kurva keseimbangan pasar:
C. Elastisitas
Permintaan dan Penawaran
Elastisitas (pemuluran) adalah pengaruh perubahan
harga terhadap jumlah barang yang diminta atau yang ditawarkan. Dengan kata
lain elastisitas adalah tingkat kepekaan (perubahan) suatu gejala ekonomi
terhadap perubahan gejala ekonomi lain.
1. Elastisitas permintaan
Adalah pengaruh perubahan harga terhadap besar
kecilnya jumlah barang yang diminta atau tingkat kepekaan perubahan jumlah barang
yang diminta terhadap perubahan harga barang. Sedangkan besar kecilnya perubahan
tersebut dinyatakan dalam koefisien elastisitas atau angka elastisitas (E).
Macam macam elastisitas
permintaan
a.
In-Elastisitas Sempurna (E=0)
Permintaan
in elastis sempurna terjadi bilamana perubahan harga yang terjadi tidak ada
pengaruhnya terhadap jumlah permintaan. E=0,
artinya bahwa perubahan sama sekali tidak ada penggaruhnya terhadap jumlah
permintaan. Contoh obat-obatan pada waktu sakit.
b.
In-Elastis (E<1)
Permintaan
in-elastis terjadi jika perubahan harga kurang berpengaruh pada perubahan
permintaan. E<1, artinya perubahan harga hanya diikuti perubahan jumlah yang
diminta dalam jumlah yang relatif lebih kecil. Contoh permintaan terhadap
beras.
c.
Elastisitas Uniter (E=1)
Permintaan
elastis uniter terjadi jika perubahan permintaan sebanding dengan perubahan
harga. E=1, artinya perubahan harga diikuti oleh perubahan jumlah permintaan
yang sama. Contoh barang-barang elektronik.
d.
Elastis (E>1)
Permintaaan
elastis terjadi jika perubahan permintaan lebih besar dari perubahan harga.
E>1, artinya perubahan harga diikuti jumlah permintaan dalam jumlah yang
lebih besar. Contoh barang mewah.
e.
Elastis sempurna
Permintaan
elastis sempurna terjadi jika perubahan permintaan tidak berpengaruh sama
sekali terhadap perubahan harga. Kurvanya akan sejajar dengan sumbu Q atau X. E= ~ , artinya bahwa perubahan harga tidak
diakibatkan oleh naik-turunnya jumlah permintaan. Contoh bumbu dapur (Suprayitno,
2008, h. 136-146).
Gambar elastisitas permintaan:
2. Elastisitas Penawaran
Adalah pengaruh perubahan harga terhadap besar
kecilnya jumlah barang yang ditawarkan atau tingkat kepekaan perubahan jumlah
barang yang ditawarkan terhadap perubahan harga barang.
Elastisitas
penawaran adalah tingkat perubahan penawaran atas barang dan jasa yang
diakibatkan karena adanya perubahan harga barang dan jasa tersebut. Untuk
mengukur besar/kecilnya tingkat perubahan tersebut diukur dengan angka-angka
yang disebut koefisien elastisitas penawaran dengan lambang ES (elasticity supply).
Macam-macam elastisitas penawaran
a.
In Elastis Sempurna (E=0)
Penawaran
in elastis sempurna terjadi bilamana perubahan harga yang terjadi tidak ada
pengaruhnya terhadap jumlah penawaran. Kurvanya sejajar dengan sumbu Y dan P.
b.
In Elastis
Penawaran
In Elastis terjadi jika perubahan harga kurang berpengaruh pada perubahan
penawaran.
c.
Elastis Uniter (E=1)
Penawaran
elastis uniter terjadi jika perubahan harga sebanding dengan perubahan jumlah
penawaran.
d.
Elastis (E>1)
Penawaran
elastis terjadi jika perubahan harga diikuti dengan jumlah penawaran yang lebih
besar.
e.
Elastisitas Sempurna
Penawaran
elastis sempurna terjadi jika perubahan penawaran tidak dipengaruhi sama sekali
oleh perubahan harga, sehingga kurva penawaran akan sejajar dengan sumbu Q atau
X. (Suprayitno, 2008, h. 151-153).
Gambar macam-macam elastisitas penawaran:
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Permintaan (demand) adalah
keinginan konsumen membeli suatu barang pada berbagai tingkat harga selama
periode waktu tetentu.
Penawaran adalah jumlah barang yang produsen ingin
tawarkan (jual) pada berbagai tingkat harga selama periode teretentu. Penawaran
akan berkolerasi positif terhadap harga (P). Ini berarti semakin tinggi suatu
harga prodek, semakin memberikan insentif kepada produsen untuk meningkatkan
produksinya dan kemudian menawarkannya kepada konsumen yang membutuhkan.
Sebaliknya, semakin rendah suatu harga pdoduk semakin berkurabg insentif bagi
produsen untuk memproduksi dan menawarkannya.
Keseimbangan atau ekuiibrium adalah kondisi
di mana jumlah permintaan sama dengan jumlah penawaran. Sedangkan, Elastisitas (pemuluran) adalah pengaruh perubahan
harga terhadap jumlah barang yang diminta atau yang ditawarkan. Dengan kata
lain elastisitas adalah tingkat kepekaan (perubahan) suatu gejala ekonomi
terhadap perubahan gejala ekonomi lain.
DAFTAR
KEPUSTAKAAN
Gampito. 2014. Ekonomi Mikro Islam. Batusangkar: STAIN
Batusangkar Press.
Masyhuri. 2007. Ekonomi Mikro. Malang: UIN-Malang Press.
Sumar’in. 2013. Ekonomi Islam Sebuah Pendekatan Ekonomi
Mikro Perspektif Islam. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Suprayitno,
Eko. 2008. Ekonomi
Mikro Perspektif Islam. Malang : UIN Malang
Press.





Komentar
Posting Komentar